DARE to Give Up!

8 September 2008 at 5:34 am 2 komentar

Sudah lama sebenernya saya pingin nulis tentang ini. Pernah tahu orang orang yang berbisnis namun tidak menghasilkan?? Yap…. maksud saya orang yang bisnis tapi terus menerus rugi. Dan bisnis yang abal-abal ‘nggak niat’. Bisnis yang nggak niat adalah bisnis yang biasanya dijalankan oleh mahasiswa. Tapi ingat, nggak semua bisnis yang dijalankan oleh mahasiswa masuk ke kategori ini.

Saya sebut bisnis nggak niat karena tujuannya biasanya bukan menghasilkan uang, tapi tujuannya adalah untuk belajar. Tipikalnya, para mahasiswa itu rame rame kumpul jadi satu tim, terus membagi tugas dan divisi divisi. Layaknya sebuah perusahaan besar. Kadang, ada yang ditunjuk jadi pemimpin, tapi pemimpin itupun sering kadang tidak dihiraukan oleh tim yang lainnya. Kenapa? karena posisi mereka sama dan selevel. Para tim teman teman sesama mahasiswa tadi tidak digaji oleh orang yang memimpin. Dan karenanya sering terjadi perbedaan pendapat dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan dalam bisnis tersebut.

Ciri lainnya, bisnisnya tidak menghasilkan cukup untuk gaji orang orang yang ada didalamnya (termasuk para mahasiswa tadi) dan karyawan-karyawannya, karena itu biasanya mereka menggunakan sistem saham dan bagi hasil. Dan walaupun begitu, bisnisnya berjalan terus sampai hitungan tahun, dengan tim/jumlah orang yang bekerja sampai belasan orang, omzetnya nggak lebih dari 10 juta per bulan. Dan mereka tidak risau atas hal itu. Mereka menganggap hal itu biasa saja dan tidak bingung memikirkan cara meningkatkan omzet bisnis mereka. Ini biasanya disebabkan karena mereka masih ‘malu’ dalam berbisnis. Mereka terlalu memikirkan gengsi mereka dalam berbisnis, padahal pak Nukman sering bilang, bahwa kalo bisnis itu harus membuang gengsi jauh jauh. Kalo sudah sukses, gengsi bakal balik sendiri.

Yang kedua adalah bisnis yang terus menerus rugi, tapi nggak ditutup-tutup. Sama, sebabnya sebagian besar adalah karena malu (pengalaman pribadi nih :p ). Di luaran sana, banyak sekali bisnis yang terus merugi, namun oleh pemilik masih terus dipertahankan. Yang saya amati, hal ini disebabkan karena gengsi mereka kalo orang tahu bahwa usaha mereka merugi. Selain itu hal ini juga biasanya disebabkan karena si pengusaha over dalam mempromosikan bisnisnya. Istilah kerennya, Branding udah terlanjur kemana mana. Produk sudah dikenal luas, dan jika ingat dengan nama pengusaha itu, pasti akan identik dengan brand dia. Inilah yang biasanya menjadi penghalang untuk mengakui kebangkrutan bisnisnya.

Kadang kita harus mundur selangkah untuk dapat melompat maju kedepan. Terdengar klise memang, tapi justru karena benarnya itu maka ungkapan tersebut terdengar klise. Kadang, kita harus menyadari kondisi bisnis kita dan mengakui kebangkrutan (menutup usaha) kita.

Pengalaman ini pernah dan sempat terjadi pada saya sendiri. Dulu, sekitar 2-3 tahunan yang lalu waktu kedua bisnis berbasis teknologi internet saya mulai, saya sempet berbisnis jus. Yap, jus kaki lima pinggir jalan. Singkat cerita, omzet terus menurun sejak awal buka. Sudah awal omzet nggak begitu gede (walaupun masih ada untung sedikit), omzet lalu terus turun dan turun. Utamanya hal ini disebabkan saya yang malas keluar rumah dan ngecek rombong ke lokasi jualan. Alasan saya adalah karena dulu masih disibukkan kuliah 😀

Untungnya, saya masih punya nyali untuk menutup bisnis saya saat mulai rugi. Memang awalnya ada rasa malu, karena di lingkaran rekan rekan bisnis saya, saya identik dengan jus dan dikenal punya pengalaman dalam berbisnis jus. Tapi Alhamdulillah karena gengsi sudah saya buang jauh jauh sejak awal saya mulai berbisnis, maka saya masih bisa berpikir dengan akal sehat dan memutuskan untuk menutup usaha saya

Karenanya, kita harus tahu kapan harus menyerah. Menyerah disini bukan menyerah jadi pengusaha, tapi menyerah dalam arti menutup bisnis kita dan memulai bisnis baru yang lainnya.

Alhamdulillah dengan saya tutupnya usaha jus saya, saya akhirnya bisa membangun PernikMuslim dan DheZign, Sebuah bisnis yang memang sudah saya impikan dan saya cita citakan sejak sekitar 10 tahun yang lalu. Apa yang terjadi kalau saya masih memegang erat gengsi saya dan terus menjalankan bisnis Jus saya? kemungkinan besar saya akan terus merugi dan tidak akan pernah bisa maju dan berkembang.

Jadi, beranikah anda menyerah?

Iklan

Entry filed under: Bisnis, My Mind. Tags: , , , .

Dahsyatnya Belajar dari Sang Ahli 10 Tips Cara Efektif Menurunkan Citra Usaha Kita

2 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Yang Paling Baru

Member of

Busana Muslim Image

Langganan Yuk!

Busana Muslim Image


%d blogger menyukai ini: